26.3.11

ABSTRAK
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak ,sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Kita memang berbeda sebagai individu tetapi sama sebagai manusia bila kita ingin menjadi seorang pemimpin yang berhasil, maka kita perlu memahami manusia dan individu. Berbicara tentang manusia, maka kita berbicara tentang sifat/hal/karakter umum sedangkan berbicara mengenai individu maka kita berbicara tentang manusia sebagai pribadi yang unik satu sama lain.Sifat-sifat dan perilaku umum manusia banyak sekali, seperti : kalau tidak makan akan lapar, sedih akan menangis, tertawa karena gembira atau ada yang lucu… dan lain sebagainy.
Seseorang memiliki jiwa individu kepemimpinan yaitu sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang yang lahir dari proses internal (lerdership from the inside out). Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati.Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximize.

Manusia makhluk individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat merupakan wadah berkumpulnya individu-individu yang hidup secara sosial, masyarakat terdiri dari ‘Saya’,‘Anda dan Mereka’ yang memiliki kehendak,dan,keinginan,hidup,bersama.
Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan kehidupan berkelompok,dan,dalam,struktur.

PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Kita hidup di Negara Indonesia ini dengan beberapa perbedaan,antara lain yaitu suku, bahasa, kepercayaan dan karakter masing-masing setiap orang.Dengan adanya perbedaan itu justru kita akan mimiliki rasa ingin tuhu untuk suatu hal yang sifatnya baru, maka kita harus slalu menghormati setiap orang lain.Seseorang mempunyai karekter yang berbeda satu sama yang lain,ada yang individu,social,berbudaya dll.contoh seseorang mempunyi sifat indiviu yuitu merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbata. Disini terlihat bahwa sifat dan fungsi manusia, sebagaimana ia hidup di tengah-tengah individu lain dalam masyarakat.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan, dapat kita uraikan, bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip.Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir.Sedangkan Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

PEMBAHASAN
A . Kita Berbeda Sebagai Individu Tetapi Sama Sebagai Manusia
Berbicara tentang manusia, maka kita berbicara tentang sifat/hal/karakter umum sedangkan berbicara mengenai individu maka kita berbicara tentang manusia sebagai pribadi yang unik satu sama lain. Sifat-sifat dan perilaku umum manusia banyak sekali, seperti : kalau tidak makan akan lapar, sedih akan menangis, tertawa karena gembira atau ada yang lucu… dan lain.sebagainya…Tapi buat seorang pemimpin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dalam manajemen modern dimana kepemimpinan dijalankan dengan memanfaatkan otot-otak-hati manusia (baca juga artikel saya terdahulu organic leaderhip), maka kita percaya bahwa : Kebanyakan manusia di kebanyakan waktunya ingin berbuat baik. Ini sejalan dengan “Teori Y – Mc Gregor”(teori motivasi). Apa yang mempengaruhi perilaku individu yang menyebabkan perbedaan antar manusia.Menurut Stephen P. Robbins dalam buku Organizational Behavior, perilaku individu dipengaruhi:
1. Karakteristik Biografi : Umur, jender, status perkawinan, dll.
2. Kemampuan(ability) : kemampuan intelektual, kemampuanfisik, kepribadian, proses belajar (learning).
Sedangkan persepsi sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut di atas juga dipengaruhi oleh Faktor :
1. Perceiver (penerima)
2. Target
3. Situasi.
Pemahaman mengenai hal ini sangat penting bagi seorang leader yang ingin memimpin dengan hatinya.
B . Individu Tentang Kepemimpinan
Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang.
Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.
Karakter seorang pemimpin sejati perlu kita teladani dan setia 0rang memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini diperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang disebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memilik empat makna. Pertama, Q berarti kecerdasan atau
intelligence (seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ-Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ-EQ-SQ yang cukup tinggi. Kedua,Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial. Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ -bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya)dan dapat mengelola dan mengendalikannya(self management atau qolbu management).
Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence - quality - qi - qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi, seorang pemimpin.
Untuk menutup tulisan ini ,kita dapat merangkum kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan kita dapat singkat menjadi 3C ,yaitu :
1.Perubahan karakter dari dalam diri (character change)
2.Visi yang jelas (clearvision)
3.Kemampuan atau kopetensi yang tinggi (competence)
Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).

C. Individu Tentang, Keluarga Dan Masyarakat

1. Hakikat masyarakat sebagai wadah pergaulan hidup
Telah kita maklumi bahwa penduduk adalah sekumpulan manusia yang duduk atau menempati pada wilayah tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk. Dalam hidup bermasyarakat, satu sama lain saling membutuhkan.Manusia sebagai anggota masyarakat mempunyai berbagai aktiviyas dan berinteraksi satu dengan yang lain serta masing-masing memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam suatu daerah/wilayah tertentu kebutuhan penduduk diharapkan dapat terpenuhi dari hasil daerah tersebut, lebih-lebih pada daerah agraris di Indonesia penduduk suatu wilayahnya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari wilayah tersebut dengan bekerja mengolah tanah yang tersedi. Suatu wilayah/daerah yang penduduknya terus bertanbah, akhirnya jumlah tenaga kerja bertambah.
Dengan luas tanah yang terbatas (tidak dapat bertambah), maka pertambahan produksi bahan pangan tidak dapat mengimbangi tambahnya jumlah tenaga kerja yang terus bertambah. Kondisi yang demikian dinamakan terdapatnya tekanan penduduk di daerah tersebut.
Kita kenal adanya dua jenis tekanan penduduk :
a).Tekanan penduduk yang absolute (mutlak) yang digambarkan sebagai kesukaran mendapatkan suatu keperluan akan pangan, sandang dan papan bagi kehidupan manusia. Menurut Wagner, absolute over-population ini timbul apabila dalam sauatu daerah tertentu dalam waktu twerbatas, bahan kebutuhan hidup tidak dapat mencukupi lagi kehidupan penduduk daerah tersebut dengan layak. Tekanan penduduk yang absolute itu dapat diketahui dengan menfgukur jumlah keperluan hidup yang dipergunakan perkapita. Makin rendah jumlah tersebut yang tersedia. makin tinggi tekanan penduduk absolutnya.
b).Tekanan penduduk yang relative (nisbi) dapat dinyatakan sebagai suatu tingkat tekanan yang dirasa orang setellah kekurangan dalam memenuhi syarat kehidupannya, dan membandingkan dengan apa yang telah dinikmati oleh orang lain atau golongan lain. Menurut Wagner pula, relative over-population timbul apabila dalam suatu daerah tertentu dalam waktu terbatas penduduk, terutama buruh tidak akan mudah memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan tingkat perekonomian yang ada dan tingkat hidup yang layak.

1. Pembagaian Kerja dalam Masyaraka
Mata pencaharian, kegiatan ekonomi, merupakan suatu aktiviyas manusia guna mempertahankan hidupnya dan memperoleh gidup yang layak. Corak dan macam aktivitas berbeda sesuai dengan kemampuan masyarakat yang bersangkutan.Sistem mata pencaharian hidup dari suatu masyarakay makin lama makin bertambah banyak macamnya dan mengalami perubahan dari zaman ke zaman. Pperbedaan dalam system mata pencaharian hidup ini disebabkan adanya perbedaan sifat, bakat dan kemampuan serta tingkat kebudayaan setempat.
Menurut Koentjaraningrat urutan system mata pencaharian hidup adalah sebagai berikut:
1)Berburu dan Merumu
2)Perikanan
3)Bercocok tanam di lading
4)Bercocok tanam menetap
Sedangkan menurut Jonas Darkenwald adalah sebagai berikut :
1)Pengumpulan
2)Perburuan
3)Perikanan
4)Perternakan dan pertanian (farming)
5)Kehutanan
6)Kerajinan dan perusahaan rumah tangga (manufacturing)
7)Industri, pertambangan dan pengangkutan
8)Perdaganggan
Selain dari itu aktivitas dari kelompok manusia juga dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :
a. Kebutuhan social
b. Kebutuhan ekonomis dan politis
c. Keadaan tingkat kebudayaan penduduk
d. Keadaan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya
2. Kebudayaan Sebagai Pengikat Kehidapan Bermasyarakat
Kebudayaan dan masyarakat adalah ibarat dua sisi mata uang, satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi akal.
Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Di samping kebudayaan ada kata kultur yang berasal dari bahasa inggris culture. Kulture berasal dari kata latin yaitu colere yang diartikan sebagai daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam. E.B. Taylor memberikan definisi mengenai kebudayaa adalah keseluruhan yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,keilmuan social,hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

2.Keluarga
Keluarga diartikan sebagai suatu satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang ditandai dengan adanya kerja sama ekonomi. Fungsi keluarga adalah berkembang biak, mensosialisasi, mendidik anak, menolong,
melindungi, atu merawat orang-orang tua (jompo). Bentuk keluarga terdiri dari seorang suami, seorang istri, dan anak-anak yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama ( keluarga inti). Secara resmi terbentuk dari hasil perkawinan.
Secara umum fungsi keluaraga meliputi;
a.Pengaturan Seksual
Dapat dibayangkan apabila tidak ada keluarga maka akan terjadi seks bebas yang diakibatkan tidak adanya pengaturan seksual, Dapat dibayangkan apabila tidak ada keluarga maka akan terjadi seks bebas yang diakibatkan tidak adanya pengaturan seksual.
b.Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk membentuk keturunan, walaupan banyak yang berpandangan bahwa banyak anak akan menambah beban hidup, dan ada pula yang mengharapkan banyak anak untuk jaminan bagi orang tua di masa depan.
c.Sosialisasi
Sebelum bersosialisasi dalam masyarakat ada halnya kita bersosialisasi terlebih dahulu dalm keluarga agar terbebtuknya kepribadian, sikap, perilaku, dan tanggapan emosinya, sehingga ketika kita bermasyarakat dapat diterima dengan,baik.
d.Kontrol,Sosial
Keluarga yang berfungsi dalam sosialisai, yaitu bagi individu pada saat ia tumbuh menjadi dewasa memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan untuk mengarahkan aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya

PENUTUP
a.Kesimpulan

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsure-unsur tersebut nenyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama, tetapi kalau perhatian kita tunjukkan pada hal yang lebih detail, maka akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk,ukuran, sifat, dan lain-lain. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya, berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik perbedaan fisik maupun psikis. Disini terlihat bahwa sifat dan fungsi manusia, sebagaimana ia hidup di tengah-tengah individu lain dalam,masyarakat.
Makna manusia menjadi individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada ia adalah dirinya sendiri, disebut proses individualisasi,atau.aktualisasi.diri.

Manusia dikatakan juga sebagai makhluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup ditengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya,manusai tidak mungkin bias berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bias berkomunikasi dan bias mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Progoharbowo, akses : 7 januari 2011. Jam 19.00 WIB. Kita memang berbeda sebagai individu tetapi sama sebagai manusia. Diambil dari webisite dengan alamat http://progoharbowo.wordpress.com

Lulhfi Hanafiah, akses :7 januari 2011. Jam 19.00 WIB. Individu kepemimpinan. Diambil dari wabasite dengan alamat , http://wartawarga.gunadarma.ac.id

. . . . . . . . . . , akses : 7 januari 2011. Jam 19.00 WIB. Individu-keluarga-dan,html. Diambil dari wabasite dengan alamat, http://dimasprasetyoko.blogspot.com

. . . . . . . . . . . ,akses : 7 januari 2011. Jam 20.00 WIB. Manusia-sebagai- makhluk-individu-dan,html. Diambil dari wabasite ,http://apadefinisinya.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar